• Jl. Dr. Ratulangi No. 274, Maros
  • WhatsApp 081122225808
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi dan Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas dan Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
      • Prosedur Pelayanan Publik
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
      • Prosedur Evakuasi
      • Laporan PPID
      • Indeks Kepuasan Masyarakat
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Rencana Strategis
      • Kerja Sama
      • Standar Operasional Prosedur
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum dan Juknis
    • Infografis
    • Siaran Pers
    • Buletin
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
19 dilihat       13 Mei 2026

Metode AWD Hemat Air 20 Persen Tanpa Kurangi Hasil Panen!

Maros, (13/5) – Efisiensi air kini menjadi kunci utama kedaulatan pangan nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong para petani untuk mengadopsi metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang. Teknologi ini terbukti mampu menghemat penggunaan air irigasi hingga 20% tanpa menurunkan produktivitas padi sedikit pun.

Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa di tengah ancaman kekerigan, manajemen air yang terencana adalah penentu nasib produksi. "Ketersediaan air yang efisien sangat menentukan dalam menekan risiko kekeringan serta menjaga produktivitas kita," ujar Mentan Amran.

Inovasi Adaptif dari BRMP

Kepala BRMP, Prof. Fadjry Djufry, menjelaskan bahwa AWD merupakan solusi nyata yang sudah diuji selama enam musim tanam sejak mulai diadaptasi di Indonesia pada 2013. "Melalui teknik AWD, kelangkaan air di lahan sawah dapat ditekan, bahkan dihindari. Selain menghemat air 17-20%, metode ini juga memperbaiki kondisi tanah dan menurunkan emisi gas rumah kaca secara signifikan," ungkap Prof. Fadjry.

Panduan Praktis Cara Menerapkan AWD di Sawah

Prinsip utama AWD adalah membiarkan sawah bergantian antara kondisi tergenang dan kering secara terukur. Alat utamanya sangat sederhana yaitu Pipa Air Sawah (Pani Pipe).

1. Persiapan Pipa Pantau

  • Bahan: Pipa PVC atau bambu (diameter 10–15 cm, panjang 30–100 cm).

  • Desain: Lubangi semua sisi pipa agar air bebas mengalir masuk-keluar, lalu bungkus dengan kain kassa agar tidak tersumbat lumpur.

  • Pemasangan: Benamkan pipa ke tanah hingga tersisa 10–20 cm di atas permukaan. Pastikan bagian dalam pipa dibersihkan dari tanah sehingga dasar pipa terlihat.

  • Lokasi: Tempatkan di area yang rata (bukan di titik tertinggi/terendah) dekat pematang agar mudah dipantau.

2. Siklus Pengairan yang Tepat

  • Kapan Mulai? Idealnya 1–2 minggu setelah tanam. Jika banyak gulma, tunda hingga 2–3 minggu agar genangan awal bisa menekan pertumbuhan gulma.

  • Indikator Pengairan: Biarkan air surut secara alami. Lakukan irigasi kembali hanya saat permukaan air di dalam pipa turun hingga 15 cm di bawah permukaan tanah.

  • Ketinggian Air: Berikan air dalam jumlah terbatas hingga tinggi muka air mencapai 3–5 cm (pola penggenangan dangkal).

3. Pengecualian pada Fase Kritis

Meski AWD mengutamakan kondisi berselang, lahan wajib tetap tergenang (kedalaman 5 cm) pada fase berikut:

  1. Satu minggu sebelum hingga satu minggu setelah berbunga.

  2. Saat pemupukan Nitrogen (N): Sebaiknya berikan pupuk tepat sebelum jadwal pengairan berikutnya (saat tanah masih kering) agar nutrisi terserap optimal.

  3. Saat penyiangan.

Mengapa Petani Harus Beralih ke AWD?

Analisis dari BRMP Lingkungan Pertanian menyebutkan bahwa AWD bekerja layaknya piezometer sederhana. Keuntungannya melampaui sekadar hemat air:

  • Struktur Tanah: Memperbaiki aerasi tanah.

  • Kesehatan Tanaman: Memperkuat perakaran sehingga tanaman lebih tahan cekaman.

  • Layanan Irigasi: Air yang dihemat bisa dialokasikan untuk memperluas cakupan layanan irigasi ke lahan lain yang membutuhkan.

Dengan menerapkan Climate Smart Agriculture melalui metode AWD, kita tidak hanya menjaga lumbung pangan tetap penuh, tapi juga menjaga alam tetap lestari.


 

Terima kasih telah membaca artikel kami. Kami ingin mengajak Anda untuk terus menjelajahi dan memperdalam pengetahuan Anda. Temukan berita terbaru dan artikel bermanfaat dengan mengklik tautan berikut "Klik di sini".


 

Artikel ini ditulis ulang berdasarkan rilis pada BRMP Tanaman Pangan berjudul "Hemat Air hingga 20%, Kementan Dorong Pengelolaan Air Sawah Hadapi Kemarau" serta rilis pada Rice Knowledge Bank berjudul "Saving Water with Alternate Wetting Drying (AWD)".

Prev Next

- Humas BRMP Serealia


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Hari Kebangkitan Nasional Momentum Menuju Kedaulatan Pangan Sejati
    20 Mei 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Soppeng Jadi Pionir Modernisasi Pertanian Nasional
    08 Mei 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Bone Mulai Transformasi Modernisasi Pertanian dengan PM-AAS
    08 Mei 2026 - By Humas BRMP Serealia
  • Thumb
    Mekanisasi Jadi Kunci Pangkep Capai Produksi Tinggi
    07 Mei 2026 - By Humas BRMP Serealia

tags

Cerdas Iklim Pertanian Modern

Kontak

WhatsApp 081122225808
Telepon (0411) 374511
[email protected]

Jl. Dr. Ratulangi No.274, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia Kode Pos 90512

Email [email protected]
Website serealia.brmp.pertanian.go.id

© 2025 - 2026 Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia. All Right Reserved